PROXY WAR!!!
Halo teman-teman dan dulur-dulurku di dalam era globalisasi seperti
saat ini cenderung meniadakan sekat-sekat antar negara di berbagai bidang
seperti ekonomi, budaya, politik, pertahanan dan sebagainya. Dalam bidang
pertahanan, sebuah negara yang sedang berkonflik atau konfrontasi tidak hanya
dapat melakukan perang konvensional, perang asimetris, perang hibrida,
dan perang proxy.
Perang konvensional
berupa perang yang langsung menyerang wilayah suatu
negara menggunakan persenjataan
militer. Pada dewasa ini ancaman perang konvensional kemungkinan sangat
kecil karena semakin berkembangnya situasi
dan kemajuan teknologi
yang ada. Kerasnya tuntutan-tuntutan kepentingan
kelompok saat ini mendorong penggunaan jenis perang yang baru seperti perang
asimetris, perang hibrida dan perang proxy.
Namun saya akan membahas tentang apa
itu perang proxy(proxy war). Proxy war
merupakan suatu konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain
pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan untuk
mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal.
Biasanya pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara
kecil, namun kadang juga bisa dilakukan oleh kekuatan nonstate actors seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),
Oraganisasi Masyarakat (Ormas), kelompokmasyarakat atau
perorangan. Indikasi adanya
proxy war
di antaranya adalah gerakan separatis, demonstrasi massa
dan bentrok antar kelompok dan juga dapat dilihat melalui berbagai bentuk
pemberitaan media yang provokatif, peredaran narkoba, penyebaran pornografi
serta seks bebas. Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo pernah menyatakan, saat ini proxy war mengancam Indonesia. Sehingga
semua pihak harus bersatu dalam mencegah dan melawannya. Dia mengatakan, dalam
proxy war tidak bisa dilihat siapa lawan dan kawan, tetapi perang tersebut
dikendalikan oleh negara lain.
Dalam
proxy war menurut Joko, peran pemuda sangat strategis dan menentukan. Lalu
apakah hal tersebut ada di Indonesia ? Ia memaparkan, jika dilihat dari
perspektif sejarahnya Indonesia sudah mulai menghadapi proxy war. Ini terlihat
dari beberapa indikator mulai dari lepasnya Timor Timur, demonstrasi buruh yang
terjadi di berbagai tempat, demo buruh besar-besaran, tawuran antarpelajar,
pengrusakan fasilitas pemerintah, fasilitas umum, dan objek vital. Dengan demikian, para mahasiswa dapat menjadi warrior-warrior dalam proxy war sekaligus pengawal bangsa ini
dengan bertindak sebagai agen perubahan. Akhirnya Pangkostrad mengajak generasi
muda Indonesia untuk mempersiapkan diri dan bahu-membahu antar komponen bangsa
dalam melaksanakan dan menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab yang
dipercayakan negara dengan niat tulus ikhlas hanya untuk memberikan pengabdian
terbaik kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai
bersama.
Menurut
dia, ancaman yang dihadapi saat ini sudah melibatkan teknologi tinggi. Ia
menilai ancaman tersebut lebih rumit, mencakup multidimensional dan berbagai
spektrum kehidupan masyarakat. Salah satu perhatian pemerintah saat ini ialah
memberantas informasi hoax. Wiranto mengaku telah membentuk tim Satuan Tugas
Penanganan Provokasi Agitasi dan Propaganda (Satgas Pro-A-Pro) khusus menangani
hal itu. "Sudah (mulai bekerja), tapi kan tidak perlu diumumkan pada masyarakat.
Itu otomatis bekerja," katanya menjawab sudah sampai mana progres tim
tersebut. Menurut laporan dari tim tersebut, Wiranto meyakinkan sudah banyak
penyebar informasi hoax yang dibredel bahkan dilimpahkan kasusnya ke pihak
kepolisian. Selain tim tersebut, ia juga mengatakan segera membentuk Badan
Cyber Nasional untuk lebih melindungi keamanan masyarakat.
Selain itu salah satu faktor integrasi sosial
di Indonesia adalah penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan
sebagai simbol kebanggaan warga negara Indonesia. Pengunaan Bahasa indonesia
akan membangkitkan kembali semangat persatuan dan kesatuan sehingga diharapkan
tidak ada satu suku bangsa pun yang ingin memisahkan diri dari wilayah NKRI
sebagimana telah disepakati oleh pendahulu bangsa melalui Sumpah Pemuda tahun
1928. Demikian juga Pancasila sebagai kepribadian dan pandangan hidup setiap
warga negara Indonesia. Jiwa dan semangat gotong royong yang kuat serta rasa
solidaritas dan toleransi keagamaan yang tinggi merupakan nilai-nilai yang
terandung dalam Pancasila selain nilai-nilai lainnya yang demikian banyak untuk
mewujudkan harmoni. Faktor kesejarahan yaitu rasa senasib sepenanggungan akibat
penjajahan yang diderita cukup lama oleh seluruh suku bangsa di Indonesia hendaknya
tetap diingat betapa merdeka itu lebih baik dibandingkan tercerai berai dan
terjajah.
Untuk menjaga keutuhan Indonesia dengan kemajemukannya, upaya atas integrasi nasional harus menjadi salah satu agenda utama dalam konteks kepemimpinan nasional dengan mengedepankan pro bono publico. Pro bono publico menurut Webster Dictionary “being, involving, or doing professional and especially legal work donated especially for the public good.” Dalam pengertian yang lebih Indonesia adalah tanpa pamrih. Tanpa pamrih dalam mengelola kemajemukan, yakni kemampuan untuk bisa memadukan semua golongan, ras, dan agama, serta dapat menyatukan perbedaan dalam keharmonisan. Hal ini terutama di kalangan elit yang berdasarkan aspek kesejarahan Indonesia justru menjadi aktor yang digunakan oleh negara besar baik elit yang berasal dari aktor negara maupun aktor non negara.
Untuk menjaga keutuhan Indonesia dengan kemajemukannya, upaya atas integrasi nasional harus menjadi salah satu agenda utama dalam konteks kepemimpinan nasional dengan mengedepankan pro bono publico. Pro bono publico menurut Webster Dictionary “being, involving, or doing professional and especially legal work donated especially for the public good.” Dalam pengertian yang lebih Indonesia adalah tanpa pamrih. Tanpa pamrih dalam mengelola kemajemukan, yakni kemampuan untuk bisa memadukan semua golongan, ras, dan agama, serta dapat menyatukan perbedaan dalam keharmonisan. Hal ini terutama di kalangan elit yang berdasarkan aspek kesejarahan Indonesia justru menjadi aktor yang digunakan oleh negara besar baik elit yang berasal dari aktor negara maupun aktor non negara.
Opus Dei memiliki
pengertian “God’s work”. Ciptaan
Tuhan memiliki pengertian kita
mengakui adanya Tuhan dan sekaligus penciptaannya. Indonesia diciptakan dengan
kemajemukan. Dengan kemajemukan tersebut maka sifat-sifat Bhinneka Tunggal Ika.
Yang disertai kecintaan terhadap bangsa, rela berkorban, tenggang rasa (rasa
senasib dan sepenanggungan, tepo seliro), berjiwa patriot (pro bono), dan sebagainya perlu dipelihara dalam menjaga
keseimbangan atau harmoni sehingga kita dapat mencapai kemenangan (Victoria Concordia Crescit).

Tidak ada komentar